Recent twitter entries...

Trance...!!!

0
Aku tadi siang mengalami peristiwa yang menurutku cukup aneh. Begini ceritanya...
Tadi siang abis puas maen internet, aku iseng-iseng buka buku catatanku. Aku pengen meriksa jadwal penerimaan siswa SBI (ceritanya aku baru daftar ke SMA SBI). Awalnya, yang jadi perhatian utamaku adalah jadwal pengumuman penerimaan siswa SBI. Trus, waktu aku baca-baca bagian syarat-syarat pendaftaran-nya, tiba-tiba aku kaget. "Hah...?! Photocopy nilai UN maksimal 2 hari sesudah pengumuman kelulusan...?!" teriakku kaget. Waktu itu aku langsung mikir, wah udah telat beberapa hari. Gimana nih. Apa aku ga jadi daftar aja ya?
Aku langsung jadi linglung. Aku mikirnya ini udah tanggal... (Waduh, aku lupa). Padahal pengumuman kelulusan udah tanggal 7 kemaren. Berarti, hari terakhir ngumpulin fotokopi-an hasil UN-nya udah dari hari Sabtu kemaren, dong. Padahal, ini udah hari Senin. (aku mikir gitu)
Akhirnya, daripada aku jadi stress gara-gara mikirin maslah ini, aku milih tidur aja. Kebetulan tadi mama-ku juga baru berobat, jadi aku di rumah cuma ditemenin sama kucing-ku. Tapi trus tiba-tiba aku dibangunin sama mama-ku. Mama tanya kok tadi aku nelpon kenapa (aku tadi emang nelpon, tapi takut ngganggu, jadi ga jadi). Aku yang baru aja bangun, masih merasa ngantuk, jadi males yang ngejelasin. Tapi karena mama-ku ngedesak terus, akhirnya aku cerita. Mama-ku langsung nyuruh aku ngumpulin hasil UN-ku. Aku bingung, emang belum telat ya? Mama-ku bilang, kalo maksimal 2 hari setelah pengumuman kelulusan, berarti ini hari terakhir. Aku bengong selama beberapa saat. Tapi tadi kan... Kayaknya tadi aku mikir aku udah telat numpuknya? Kok tiba-tiba jadi nggak telat?
Aku langsung tancap gas buat numpuk hasil UN. Waktu perjalanan ke SMA aku masih pusing tujuh keliling, kok tadi pikiranku ga connect banget ya? Kok tiba-tiba aku jadi lupa hari dan tanggal?
Tapi... Untungnya emang masih keburu buat numpuk. Ternyata emang bener kalo ini hari terakhir buat numpuk hasil UN ntu. Aku lega sekaligus masih terheran-heran. Jangan-jangan...
Awalnya aku sempet ngira kalo ini cuma mimpi. Tapi ternyata ini emang beneran terjadi. Berarti emang otakku yang salah mengolah informasi. Ato gara-gara saking shock-nya, otakku langsung konslet sampe ga bisa berpikir jernih? Hmmmm....

Sssttt...

0
"Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward

Life Story Part 1

0
Kalau ditanya 'bagaimana rasanya kesepian?', maka aku akan jawab 'sakit'. Cukup 1 kata itu untuk menjelaskan bagaimana perasaanku selama ini. Aku selalu berpikir, berpikir dan berpikir, inikah rasanya kesepian? Aku mencoba mencari kata lain selain 'sakit', tapi sepertinya kata itulah yang paling cocok untuk menggambarkan kesepian yang kurasakan. Sebenarnya aku tidak terlalu kesepian. Teman-temanku 'cukup' memperhatikan aku. Tapi entah mengapa, rasanya entah di bagian mana, teman-temanku seperti tidak menyukaiku. Entah ini hanya perasaanku saja ataukah memang kenyataan, aku tak tahu.Selama ini mereka hanya menanggapi ucapanku seperlunya saja, tak panjang lebar seperti bila aku sedang berbicara dengan mereka. Lama-kelamaan aku pun mulai membatasi ucapanku pada mereka, bila ingin bertanya hanya menggunakan kalinat-kalimat singkat, dan dijawab dengan singkat pula. Lalu kemudian, aku mulai enggan berbicara dengan mereka. Mereka pun sepertinya tidak peduli jika aku tidak berbicara sama sekali. Ya sudah, akhirnya aku pun menjadi anak pendiam seperti sekarang ini. Padahal sebenarnya aku anak yang cukup banyak bicara (dengan kata lain, cerewet). Tapi sekarang aku irit bicara, bahkan jadi sangat irit bicara, kecuali kepada teman-teman yang 'cukup' dekat denganku. Sebenarnya tidak bisa dibilang dekat, hanya saja bila dibandingkan dengan teman-teman-ku yang lain, aku jauh lebih sering berkumpul dan mengobrol bersama mereka. Yah, itulah hidupku sekarang. Tak ada teman yang bisa diajak bicara untuk mendiskusikan sesuatu tentang hidup. Aku hanya bisa berbicara dengan diriku sendiri. Diriku takkan pernah meninggalkan aku. Diriku selalu berusaha membuatku tersenyum, tatkala aku ingin sekali menangis. Diriku yang selalu menemaniku dalam kesendirianku, diriku yang selalu menasihatiku agar aku selalu melakukan hal yang benar.
Aku harus bertahan dalam kesendirian, bila memang harus sendirian, agar bisa melanjutkan hidup. Aku tak boleh membenamkan diriku ke dalam pikiran-pikirangelap, selalu bertanya-tanya 'mengapa aku dilahirkan? Mereka semua membenciku. Lalu apa gunanya aku melanjutkan hidup bila tak ada yang menyukaiku?'. Bila kita bertanya mereka kita dilahirkan, jawabannya adalah untuk hidup. Bila kita bertanya untuk apa kita hidup, jawabannya adalah untuk merasakan kehidupan. Bila kita bertanya untuk apa kita merasakan kehidupan, maka jawabannya adalah untuk mengerti apa sebenarnya tujuan kita hidup di dunia ini. Karena jawabannya harus kita cari tahu sendiri. Jawabannya terletak di dalam kehidupan kita. Kita ingin selalu menolong orang lain, maka tujuan kita hidup adalah untuk menolong orang lain. Kita ingin membuat dunia ini damai, maka tujuan kita hidup adalah untuk membuat damai dunia ini.
Nah, sekarang tinggal kita mencari tahu bagaimana agar tujuan itu tercapai. Memang memerlukan banyak pengorbanan dan rasa sakit, tetapi itu adalah tujuan hidup yang kita putuskan sendiri.


-THE END-

Ano Hi no Yakusoku (Sayuri Sugawara)

0
Romaji
Kisetsu ga kawatte mo nan nen ga tatte mo
Issho ni iru to yakusoku shita no ni
Ima mo mada oboete iru yo
Kimi ga iru sore dake de yokatta
Orenji iro somaru akizora ga kirei sugiru kara
Kono kokoro ni itaku shimiwataru
Kore ijou nai kurai setsunaku naru yo
Mada nan nichi mo tattenai na no ni zuibun mukashi no you
Omokage sagashi omoide no basho ni kyou mo kite shimatta yo
Aitai kedo aenai
Kimi wa tonari ni inai ano hi ni wa nido to modorenai
Ikutsu namida wo nagashite mo tsugitsugi to afurete kite shimau
kimi ga kureta omoide to piasu wo kono umi no naka ni
Omoikitte suterarenai no wa
Donna koto demo ii tsunagatte itai kara
Futari no kyori wa itsu kara hanarete itte shimatta no?
Wakareru sukoshi mae made suki da to itte kurete ita no ni
Aitai kedo aenai
Kimi wa tonari ni inai ano hi ni wa nidoto modorenai
Kitai shitete mo shouganai to wakatteru hazu na no ni
Sunahama ni suwatte yorisoi nagara mita
Hanabi ga mune ni nokotte iru yo
Shiawase wo kanjiteta no wa tada hitori watashi dake datta no?
Mou ichido mouichido dake
Kimi no nukumori ni furerareta nara...
Aitai kedo aenai
Kimi wa tonari ni inai ano hi ni wa nido to modorenai
Ikutsu namida wo nagashite mo tsugitsugi to afure dasu
Kisetsu ga kawatte mo nan nen ga tatte mo
Issho ni iru to yakusoku shita no ni
Kanawanai mama "sayonara" wo suru nante omotte inakatta


English
You promised to stay with me
Even after the season changed, no matter how many years went by, but
I still remember
I was just happy you were there
The autumn sky, stained in orange, is so beautiful
It penetrates my heart painfully
Giving me a feeling more bittersweet than I’ve felt in my life
It’s not long ago at all but it feels like ages ago
Today, once again, I’ve come to this nostalgic place looking for traces
I want to see you but I can’t
You’re not by my side, I can never go back to that day
No matter how many tears I cry, more keep coming
The reason I can’t just throw the memories and the earrings
That you gave me straight into the sea
Is because I want to still have a connection to you, no matter what it is
When did we start to grow apart?
You said you loved me not long before we broke up, but
I want to see you but I can’t
You’re not by my side, I can never go back to that day
I should know that hoping won’t do any good
But the fireworks that we watched cuddled up on the sand dunes
Still remain in my heart
Was it only me who was happy then?
If only I could have felt your warmth
One more time, just one more time...
I want to see you but I can’t
You’re not by my side, I can never go back to that day
No matter how many tears I cry, more keep coming
You promised to stay with me
Even after the season changed, no matter how many years went by, but
I never thought that we’d say goodbye with that promise not kept

Melody (No Regret Life)

0
Sameta me o sameta te de sawatte
Itsumo no heya o mata miwatashita
Boku ga me o samashita toki ni soba de kikoeru
Kimi ga tsumuide kara neta MELODY

Doushite kotoba ga nete korain darou
Utaita iri koto ga nai wake janakute
Ima wa tada mune no hoku ni shimai konda
Bukiyou na boku ga tsumurida MELODY

Dareka ga utatte uta ga warinatte kimi no koto datte
Sugu ni makeru keru narou
Boku ga utatte machi ga hanayaide
Soshite kimi ga waraeba ii naa

Hokori mabire no sare o kara
Hibiki wa tada itsumo no uta
Boku mo ano uta no you ni ari no mama ni
Utaeru you ni nareru no kana

Kimi no ni fuuyu shite no wa tada boku no
Kinou seidata no kara

Dareka ga utatte uta ga warinatte kimi no koto datte
Sugu ni makeru keru narou
Boku ga utatte machi ga hanayaide
Soshite kimi ga waraeba ii na...
Kimi ga waraeba...

Diberdayakan oleh Blogger.